Pada bulan Januari 1810 di Edo, Kikunosuke—putra berusia 17 tahun dari seorang samurai yang dibunuh—membalas dendam terhadap pembunuh ayahnya, Sakubai, yang merupakan mantan pengikut sang ayah. Kikunosuke berhasil mengalahkan Sakubai yang sombong dalam duel satu lawan satu di depan sebuah teater, disaksikan oleh kerumunan besar penonton yang baru saja selesai menyaksikan pertunjukan *47 Ronin*. Dengan membawa kepala Sakubai yang telah dipenggal, Kikunosuke menuntaskan dendamnya sekaligus memastikan keluarganya terhindar dari hukuman pengasingan. Delapan belas bulan kemudian, seorang *ronin* bernama Soichiro Kase yang berasal dari wilayah kekuasaan Kikunosuke tiba di teater tersebut. Meski tampak konyol dan pandai bicara, ia sangat berhasrat untuk mencari tahu lebih dalam mengenai insiden itu serta masa-masa saat Kikunosuke bekerja di teater tersebut. Para staf teater—yaitu Ippachi (juru promosi), Sagara (guru ilmu pedang), Hotaru (penata kostum), Kyuzo (pengrajin), dan Kinji (penulis naskah)—merasa cemas dan curiga terhadap penyelidikannya. Namun, kenyataan yang sebenarnya tidaklah seperti yang terlihat.










